
Cara Menghitung ROI Iklan DOOH: Panduan Pengukuran untuk Merek Indonesia
Hambatan terbesar adopsi DOOH di Indonesia adalah pertanyaan yang sama dari hampir setiap brand manager: 'Bagaimana kita tahu ini bekerja?' Jawabannya ada di lapisan pengukuran yang semakin tersedia: pertama, impression estimate berdasarkan traffic terverifikasi lokasi; kedua, brand lift study melalui survei sebelum dan sesudah kampanye menggunakan panel online; dan ketiga, correlation analysis antara periode kampanye DOOH dan pergerakan traffic toko, app downloads, atau penjualan di area terdekat.
CPM (Cost Per Mille) adalah metrik standar perbandingan antar channel. DOOH premium di Jakarta menghasilkan CPM efektif Rp 20–50 per impresi untuk audiens terverifikasi di lokasi berkualitas tinggi — angka yang kompetitif dibanding CPM Instagram (Rp 30–150) atau display ads (Rp 50–200) untuk audiens setara. Yang membedakan DOOH adalah zero ad-skipping, zero ad-blocking, dan zero bot traffic: setiap impresi adalah paparan nyata kepada manusia nyata di lokasi fisik.
Untuk atribusi lebih akurat, kombinasikan DOOH dengan geofencing mobile: analisis berapa banyak pengguna smartphone yang terdeteksi di area DOOH kemudian mengunjungi toko atau mengklik iklan digital retargeting mereka. Metode ini — dikenal sebagai OOH-to-mobile attribution — semakin umum digunakan merek FMCG dan ritel di Jakarta. Glassbox menyediakan laporan proof-of-play terperinci sebagai baseline pengukuran dan membantu merancang framework atribusi sesuai tujuan kampanye.